KEKUASAAN
Kekuasaan
adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk memengaruhi perilaku
seseorang atau kelompok lain, sesuai dengan keinginan para pelaku. Menurut W. A
Robson, dalam The University Teaching of social sciences, mengatakan “Ilmu
Politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar,
proses-proses, ruang lingkup, dan hasil-hasil. Fokus perhatian seorang sarjana
Ilmu Politik tertuju pada perjuangan untuk mencapai atau mempertahankan
kekuasaan, melaksanakan kekuasaan, atau pengaruh atas orang lain, atau
menentangkan pelaksanaan kekuasaan itu (Political science is cocncerned with
the study of power in a society its nature, basis, processes, scope and
results. The focus of interest of the political scientist centres on the
struggle to gain or retain power, to exercise power of influence over others,
or to resist that exercise). kekuasaan
politik adalah kemampuan negara membuat pihak-pihak lain berbuat sesuai dengan
keputusan negara, dan kemampuan pihak-pihak lain mempengaruhi proses pembuatan
dan pelaksanaan keputusan kenegaraan, termasuk kemampuan untuk melawan negara.
Baik negara maupun masyarakat, sama-sama memiliki kekuasaan. Negara mendapatkan
kekuasaan dari rakyat, demikian pula dengan warganegara. Rakyat mempercayakan
sebagian dari kekuasaannya kepada negara, yang disebut dengan kekuasaan negara,
yang keputusannya mengikat bagi semua penduduk di wilayah negara tersebut,
sedangakan warganegara yang adalah bagian dari rakyat mendapatkan kekuasaan
politik: satu orang satu suara. Baik kekuasaan negara maupun kekuasaan
warganegara kita sebut sebagai kekuasaan politik. Berbagai pengelompokan
warganegara kita sebut sebagai masyarakat. Dalam interaksi antar negara dengan
masyarakat, baik negara maupun masyarakat menggunakan kekuasaan politik yang
ada pada mereka.Dan agar interaksi dapat terjadi, masing-masing pihak mempunyai
otonomi terbatas, kekuasaan terbatas dan fungsi dan jelas. Negara memang
dibutuhkan, dan oleh karena itu didirikan, tetapi harus selalu diingat, negara
adalah pelembagaan kekuasaan, dan kekuasaan mempunyai logikanya sendiri. Diktum
LORD ACTON berbunyi: Power tends to
corrupt, absolute power corrupt absolutely
. Kekuasaan pada dasarnya merupakan suatu hubungan, karena pemegang
kekuasaan menjalankan kontrol atas sejumlah orang lain. Pemegang kekuasaan bisa
jadi seorang individu atau sekelompok orang, misalnya pemimpin-pemimpin politik
nasional. Demikian pula, obyek kekuasaan bisa satu atau lebih dari satu. Ketika
dihadapkan pada tuntutan-tuntutan dari pemegang kekuasaan, pada mulanya orang
mungkin menentang, menunjukkan mereka yang apati, atau sebaliknya mendukung
tuntunan tersebut. Dihadapkan dengan reaksi-reaksi itu, pemegang kekuasaan.
Dalam setiap situasi kekuasaan, kita perlu memfokuskan pada beberapa dimensi:
sasaran, saran yang memanfaatkan sumber daya, dan hasilnya. Berbagai sasaran
yang di kejar dan nilai-nilai bersama masyarakat akan mempengaruhi hasil dari
situasi kekuasaan. Pelaksanaan kekuasaan berkaitan erat dengan tujuan-tujuan
dari para pelaku politik. Beberapa diantara mereka mungkin saja menjalankan
kekuasaan secara lebih efektif karena tujuan-tujuan mereka diartikulasikan
dengan jelas, layak, sesuai dengan nilai-nilai dominan masyarakat. Apabila
tujuan-tujuan itu tidak didefinisikan dengan baik, tidak layak atau tidak
sejalan dengan nilai-nilai kelompok dominan maka pengdayagunaan sumber daya
secara efektif menjadi lebih sulit. Maka dalam kebanyakan masyarakat,
kelompok-kelompok yang sedang mencoba memprakarsai kebijakan-kebijakan baru
kurang berhasil dibanding kelompok-kelompok yang berusaha memveto keputusan.
Hal-hal
yang menampakkan kekuasaan itu :
a. Jabatan dan kedudukan
mengandung kekuasaan, makin tinggi jabatan dan kedudukan seseorang, maka besar
pula tanggung jawabnya.
b. Kecakapan dan
keterampilan makin dituntut dalam negara modern
c. Pengawasan
tanpa kekuasaan tidak mungkin, tanpa pengawasan maka suatu pekerjaan atau usaha
akan terbengkalaian
d. Pengaruh
seseorang atas orang lain yang timbul dalam pergaulan dan kerjasama mereka,
pengaruh yang sehat akan kalau ada saling pengertian dan saling mengormati.
e. Ada
juga dominasi orang yang berkuasa itu
atas orang lain.
Kekuasaan,
kecil atau besar, tanpa pembatasan dan pengawasan yang ketat sering
disalahgunakan oleh pemegang kekuasaan, untuk kepentingannya sendiri atau
kelompok. Sebaik apapun negara disebut di rencanakan sejak awal, negara
tetap saja hanya alat yang harus
dikendalikan pemiliknya, yaitu rakyat. Kalau tidak, negara dapat berubah
menjadi monster yang menelan siempunya.
Daftar Pustaka
Hutahuruk.M.1980,
garis besar ILMU POLITIK, Jakarta:
Penerbit Erlangga.
Panjaitan,Merphin,
2011, Logika Demokrasi:Rakyat
Mengendalikan Negara. Jakarta:Permata Aksara.
Budiardjo,Miriam.2008,
Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta:PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Andrain,
Charles F. 1992. Kehidupan Politik Dan
Perubahan Sosial. Yogyakarta:PT.Tiara Wacana Yogya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar